Kalau ada satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan GIIAS 2026, mungkin kata itu adalah “berubah”.
Bukan sekadar karena semakin banyak mobil baru yang dipamerkan, tetapi karena arah industri otomotif Indonesia terlihat semakin jelas: mobil tidak lagi hanya dituntut nyaman dan bertenaga, tetapi juga lebih pintar, elektrifikasi, terkoneksi, dan mampu membantu pengemudi mengambil keputusan di jalan.
GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli–9 Agustus 2026. Pameran edisi ke-33 ini diikuti lebih dari 60 merek global dan mengusung tema “Eye of the Future”, yang menyoroti kendaraan pintar, teknologi otomatis, dan solusi mobilitas ramah lingkungan. (GAIKINDO)
Lalu, apa saja yang paling menarik dari GIIAS 2026?
1. Mobil Listrik Bukan Lagi Sekadar Pajangan
Salah satu pemandangan paling mencolok di GIIAS 2026 adalah semakin dominannya kendaraan listrik.
Jika beberapa tahun lalu mobil listrik masih terasa seperti produk masa depan, tahun ini kesannya berbeda. EV mulai masuk ke berbagai kelas dan kebutuhan, mulai dari mobil perkotaan berukuran ringkas hingga SUV berukuran besar.
GAIKINDO mencatat sejumlah model listrik baru hadir di GIIAS 2026, termasuk kendaraan berbasis baterai atau BEV dan teknologi range-extended electric vehicle (REEV). Persaingan juga semakin menarik karena setiap produsen menawarkan pendekatan berbeda terhadap elektrifikasi. (GAIKINDO)
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Wuling Aira EV, yang bahkan menjadi kendaraan EV paling banyak diuji pengunjung dalam kategori penghargaan GIIAS 2026. (GAIKINDO)
Ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai melihat mobil listrik bukan sekadar teknologi eksperimental, tetapi sebagai pilihan kendaraan yang benar-benar bisa digunakan sehari-hari.
2. Mobil Kecil Justru Menjadi “Bintang”
Ada perubahan menarik di pasar otomotif tahun ini.
Mobil listrik berukuran ringkas mendapatkan perhatian besar.
Honda menghadirkan Super-ONE, sementara Wuling membawa Aira EV. Chery juga memperkenalkan Chery Q yang kemudian mendapat penghargaan sebagai hatchback favorit GIIAS 2026. (GAIKINDO)
Fenomena ini cukup masuk akal.
Kondisi jalan perkotaan Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, mudah diparkir, efisien, tetapi tetap memiliki teknologi modern.
Dengan harga yang semakin kompetitif dan pilihan yang semakin banyak, mobil listrik kecil berpotensi menjadi salah satu medan pertempuran terbesar produsen otomotif dalam beberapa tahun mendatang.
3. Teknologi Pintar Mulai Menjadi Daya Jual Utama
Tema “Eye of the Future” bukan sekadar slogan.
GIIAS 2026 memperlihatkan bagaimana mobil mulai bergerak menuju konsep kendaraan yang mampu “melihat” dan merespons lingkungan sekitarnya. Teknologi seperti sistem bantuan pengemudi, sensor, kamera, radar, dan sistem keselamatan aktif semakin sering menjadi bagian penting dari presentasi sebuah kendaraan. (GAIKINDO)
Salah satu contoh datang dari Leapmotor C10 yang dipamerkan dalam rangkaian GIIAS. Kendaraan tersebut menggunakan sistem ADAS Level 2 dengan kombinasi lima radar dan satu kamera serta menyediakan berbagai fungsi bantuan keselamatan. (GAIKINDO)
Artinya, perang teknologi otomotif kini bukan hanya soal siapa yang memiliki mesin paling besar.
Pertanyaannya mulai berubah menjadi:
“Mobil mana yang paling pintar membantu pengemudinya?”
4. Hybrid Belum Mau Kalah
Menariknya, meskipun EV semakin ramai, teknologi hybrid juga tetap mendapatkan tempat.
Ini menunjukkan bahwa transisi otomotif Indonesia tidak berlangsung dengan satu jalur saja.
Sebagian konsumen mungkin belum siap sepenuhnya berpindah ke mobil listrik karena pertimbangan jarak tempuh, kebiasaan penggunaan, atau infrastruktur pengisian daya. Kendaraan hybrid kemudian menjadi pilihan tengah: masih menggunakan mesin pembakaran, tetapi mendapatkan bantuan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi.
Honda Prelude e:HEV bahkan mendapat penghargaan sebagai Hybrid Car Favourite GIIAS 2026. Sementara Jetour T2 i-DM menjadi kendaraan hybrid yang paling banyak diuji pengunjung. (GAIKINDO)
Dengan kata lain, masa depan otomotif tidak serta-merta berarti “semua mobil harus listrik”.
Hybrid masih memiliki peran dalam perjalanan menuju elektrifikasi.
5. SUV Tetap Menjadi Primadona
Tren SUV ternyata belum kehilangan daya tarik.
Di GIIAS 2026, Mazda All-New CX-5 terpilih sebagai kendaraan favorit kategori SUV. Toyota bZ4X Touring juga mendapat penghargaan sebagai crossover favorit. (GAIKINDO)
Dua model tersebut menggambarkan dua arah yang berbeda tetapi sama-sama menarik.
CX-5 mempertahankan daya tarik SUV konvensional premium, sementara bZ4X Touring membawa konsep elektrifikasi ke format crossover yang semakin populer.
Bagi konsumen Indonesia, kombinasi desain gagah, posisi duduk tinggi, ruang kabin, dan teknologi masih menjadi formula yang sulit ditolak.
6. Mobil Konsep Masih Punya Daya Tarik
Selain kendaraan yang siap masuk pasar, GIIAS juga menjadi tempat untuk melihat seperti apa kemungkinan masa depan otomotif.
Salah satu yang mendapatkan penghargaan adalah Daihatsu K-Vision, yang dinobatkan sebagai Special Concept Car. Sementara Jetour T1 i-DM Urban Concept menjadi Special Exhibit Car favorit. (GAIKINDO)
Mobil konsep memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar menarik perhatian kamera.
Produsen dapat menggunakannya untuk menguji respons publik terhadap desain, teknologi, serta konsep kendaraan sebelum benar-benar mengambil keputusan produksi.
Bagi pengunjung, bagian ini justru menjadi salah satu area paling menarik karena kita bisa melihat sesuatu yang mungkin baru akan menjadi kendaraan jalanan beberapa tahun mendatang.
7. Bukan Hanya Mobil Penumpang
GIIAS 2026 juga memperlihatkan bahwa masa depan otomotif tidak berhenti pada kendaraan pribadi.
Kendaraan komersial, bus, karoseri, dan sepeda motor turut mendapatkan ruang.
Di kategori kendaraan komersial, Hino 500-FLX 280 JW menjadi truk favorit, sementara New Armada Skylander R25 Double Decker terpilih sebagai bus favorit. Adiputro Jetbus5 SDD juga mendapat penghargaan sebagai kendaraan komersial khusus favorit. (GAIKINDO)
Di sektor roda dua, penghargaan juga mencakup motor harian, big bike, hingga motor listrik. Alva N3 Next Gen terpilih sebagai motor listrik favorit, sementara Polytron Fox 350 menjadi motor yang paling banyak dikendarai dalam sesi uji coba. (GIIAS 2026)
8. Merek Baru Membuat Persaingan Semakin Panas
Hal lain yang terasa kuat di GIIAS 2026 adalah bertambahnya pemain baru.
Lebih dari 60 merek global berpartisipasi, dengan sejumlah merek debutan. GAIKINDO juga mencatat kehadiran banyak merek dari Jepang, China, Korea, Eropa, dan negara lainnya. (GAIKINDO)
Leapmotor bahkan meraih penghargaan sebagai GIIAS Rookie Brand. (GAIKINDO)
Kondisi ini membuat konsumen Indonesia mendapatkan sesuatu yang sangat menguntungkan: lebih banyak pilihan.
Namun bagi produsen lama, situasinya tentu berbeda.
Mereka kini harus bekerja lebih keras mempertahankan konsumen di tengah munculnya merek-merek baru dengan teknologi agresif dan strategi harga yang kompetitif.
9. Booth Bukan Lagi Sekadar Tempat Memajang Mobil
GIIAS 2026 juga memperlihatkan bagaimana pengalaman pengunjung semakin menjadi bagian dari strategi pemasaran.
Penghargaan Favourite Booth diberikan dalam berbagai kategori. Toyota menjadi favorit untuk kategori booth mobil penumpang terbesar, Nissan mendapatkan penghargaan Interactive Booth, Suzuki dinilai sebagai Most Family Friendly, sedangkan Wuling meraih penghargaan kolaborasi terbaik untuk booth penumpang. (GAIKINDO)
Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat mobil.
Mereka datang untuk merasakan pengalaman sebuah merek.
Mulai dari teknologi interaktif, simulasi, test drive, hingga desain booth yang dibuat layaknya ruang pamer futuristis.
GIIAS 2026 dan Gambaran Otomotif Indonesia
Jika melihat keseluruhan pameran, GIIAS 2026 sebenarnya memberikan sebuah gambaran menarik mengenai arah industri otomotif Indonesia.
Elektrifikasi semakin kuat.
Mobil pintar semakin nyata.
Teknologi keselamatan semakin maju.
Dan yang tidak kalah penting, persaingan antarprodusen semakin ketat.
Menariknya, GIIAS 2026 tidak berhenti di Tangerang. Rangkaian GIIAS The Series berlanjut ke Surabaya pada 26–30 Agustus 2026, kemudian Bandung, Semarang, dan Makassar. Di Surabaya, misalnya, hadir sejumlah merek debutan seperti Leapmotor dan XPENG, memperlihatkan bahwa gelombang inovasi otomotif terus bergerak ke berbagai kota Indonesia. (GAIKINDO)
Pada akhirnya, GIIAS 2026 bukan hanya tentang mobil mana yang paling mahal atau paling cepat.
Pameran ini lebih mirip jendela untuk melihat perubahan besar yang sedang terjadi.
Dulu mobil hanya membawa manusia dari satu tempat ke tempat lain.
Sekarang mobil mulai mengenali lingkungan, membantu pengemudi, terhubung dengan perangkat digital, menggunakan tenaga listrik, dan bahkan mengambil sebagian keputusan sendiri.
Dan jika perkembangan GIIAS 2026 menjadi petunjuk, satu hal tampaknya semakin jelas:
Mobil masa depan mungkin sudah ada di depan mata—dan beberapa di antaranya bahkan sudah mulai melaju di jalanan Indonesia.
Sumber utama: GAIKINDO dan laporan media otomotif terkait GIIAS 2026. (GAIKINDO)
